Rukun Iman

Dalam agama islam dikenal dua pilar penting yang menjadi pedoman hidup bagi seorang muslim, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam. Iman, menurut bahasa, artinya membenarkan. Sedangkan, iman menurut istilah syariat, maksudnya mengakui dengan lisan (perkataan), membenarkan (tashdiiq) dengan hati dan mengamalkannnya dengan anggota tubuh.

الله ta’ala berfirman,

قُولُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَمَآ أُنزِلَ إِلَىٰٓ إِبۡرَٲهِـۧمَ وَإِسۡمَـٰعِيلَ وَإِسۡحَـٰقَ وَيَعۡقُوبَ وَٱلۡأَسۡبَاطِ وَمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَآ أُوتِىَ ٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمۡ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٍ۬ مِّنۡهُمۡ وَنَحۡنُ لَهُ ۥ مُسۡلِمُونَ

Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman): “Kami beriman kepada الله dan kitab yang diturunkan kepada kami, dan kitab yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan kitab yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kitab yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”
(QS. Al-Baqarah: 136)

Adapun Rukun iman itu sendiri terdiri atas 6 rukun antara lain:

1. Iman kepada الله

Iman kepada الله bermakna bahwa kita meyakini tentang penjelasan الله dan Rasulnya mengenai keberadaan Tuhan. Untuk lebih terperinci lagi, makna iman kepada الله dapat kita jabarkan dalam empat poin.

Pertama, meyakini bahwa penciptaan manusia adalah kehendak الله dan tidak mahkluk lain yang terdapat di semesta alam tanpa pengetahuan الله swt.

Kedua, meyakini bahwa الله lah yang menciptakan bumi dan alam semesta dan الله pulalah yang memberikan reski kepada manusia dan mahkluk lainnya.

Ketiga, meyakini bahwa اللهlah yang patut disembah dan hanya kepadaNyalah segala ibadah ditujukan, misalnya berzikir, sujud, berdoa, dan meminta. Semuanya hanya kepada الله semata.

Keempat, meyakini sifat-sifat الله yang tercantum dalam alquran (Asmaul Husna)

2. Iman kepada Malaikat الله

Malaikat ialah mahkuluk gaib yang diciptakan الله dari cahaya, dengan ketaatan selalu menjalankan perintah الله dan kesanggupannya untuk beribadah kepada الله. Malaikat diciptakan tidak memiliki sikap ketuhanan dan hanya اللهlah Tuhan semesta alam. Jumlah malaikat sangat banyak dan semuanya tunduk dan menjalankan perintah Alla swt.

Makna beriman kepada malaikat dapat dijabarkan kedalam empat poin:

Pertama, mengimani wujud mereka.

Kedua, mengimani nama-nama malaikat yang telah kita ketahui namanya, sedangkan yang kita tidak ketahui namanya kita mengimaninya secara Ijmal (garis besar).

Ketiga, mengimani sifat malaikat yang terdapat dalam hadis, misalnya Rasullullah saw, pernah bertemu langsung dengan malaikat jibril yang memiliki 600 sayap (Bukhari) di hadis lain dikatakan setiap sayap malaikat jibril menutupi setiap ufuk (Ahmad).

Keempat, mengimani tugas malaikat seperti yang telah diberitahukan kepada kita.

Malaikat senantiasa beribada kepada الله; bertasbih siang dan malam dan berthawaf di Baitul Ma’mur dan lain sebagainya.

3. Iman kepada Kitab-kitab الله

Pertama, mengimani bahwa kitab itu datangnya dari الله swt.

Kedua, mengimani kitab tersebut baik secara rinci (tafshil) maupun secara garis besar (ijmal), tafshil artinya mengimani bahwa kitab yang diturunkan kepada Nabi ini adalah kitab ini, sedangkan secara garis besar kita meyaini bahwa kitab diturunkan kepada Nabi dan Rasul meskipun tidak diketahui namanya.

Ketiga, yaitu membenarkan perkataan yang tertulis dalam kitab-kitab tersebut yang masih murni (Belum dirubah).

Keempat, mengamalkan hukum yang tertulis dalam kitab tersebut selama kitab tersebut belum “dihapus”, yang dimaksud dengan kata dihapus disini ialah, kita hanya mengimani satu kitab saja yaitu Al quran, karena kehadiran Al quran mengakibatkan kitab-kitab sebelumnya menjadi mansukh (dihapus). Al quran ialah kitab yang mewakili setiap ummat sampai akhir masa.

4. Iman kepada Nabi dan Rasul

Beriman kepada Nabi dan Rasul, bermakna bahwa kita meyakini Nabi dan Rasul ialah manusia utusan الله yang diutus di muka bumi untuk menyampaikan kabar gembira dan ancaman (peringatan). Meyakini bahwa Nabi dan Rasul adalah mahkluk yang diutus الله ke Bumi untuk memberi petunjuk ke umat manusia hingga kembali ke jalan lurus. Beriman kepada Nabi dan Rasul artinya ialah mempercayai segala ajarannya baik dari lisan maupun sebagai sauri teladan.

5. Iman kepada hari akhir

Beriman kepada hari akhir artinya kita meyakini tanda-tanda akan datangnya hari kiamat, seperti lahirnya dajjal turunnya Isa as. Datangnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat. Banyak manusia yang menjadi kufur dan murtad. Merajalelanya kemaksiatan. dll

Selain itu, makna beriman kepada hari akhir yaitu kita mengimani kejadian gaib lainnya seperti dibangkitkannya manusia dari kubur, dikumpulkannya manusia di padang mashar, adanya hari pembalasan, adanya siksa kubur dan nikmat kubur, dan meyakini adanya surga dan neraka. Semua dilakukan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada الله. Baca Selengkapnya..

6. Iman kepada qada dan qadar

Makna beriman kepada qada dan qadar artinya ialah kita mengimani bahwa apapun yang terjadi di muka bumi bahkan kepada diri kita sendiri sebagai manusia baik maupun buruk merupakan kehendak dari الله swt.

Namun keburukan tersebut tidak dinisbahkan kepada الله, melainkan kepada manusia sebagai mahkluk ciptaanNya, sedangkan jika keburukan tersebut dikaiitkan dengan الله, maka keburukan tersebut merupakan suatu bentuk keadilan terhadap sesuatu pihak yang tidak dapat terduga oleh pengetahuan manusia. الله menciptakan mudharat pastilah ada maslahat. Di setiap keburukan terdapat makna yang mendalam, baik itu diketahui oleh manusia, maupun tidak diketahui oleh manusia.

Untuk memudahkan untuk memahami Makna masing-masing rukun kita hanya berpedoman pada pengertian iman itu sendiri, yaitu:

  • Mengakuinya dengan lisan.
  • Membenarkannya dengan hati dan kemudian.
  • Mengamalkannya dengan anggota tubuh.

sumber: islamnyamuslim.com, artikelsiana.com