Gangguan Setan Ketika Sholat

Gangguan Setan

Dipalingkan Niatnya dan Menunda-Nunda Shalat

Gangguan setan terhadap orang yang shalat sesungguhnya telah dimulai saat ia akan berniat shalat. Setan akan berusaha membuatnya menunda shalat sehingga akan luput keutamaan shalat di awal waktu. Bukan hanya itu, setan juga akan mencari celah untuk memalingkan niatnya, yang tadinya karena الله menjadi karena calon mertua, atau cari perhatian atasan, atau supaya dianggap orang shaleh dan lainnya sebagainya yang telah tercemar riya dan sum’ah.

Merusak Wudhu

Perasaan was-was dan keraguan adalah salah satu senjata setan dan senjata ini diantaranya digunakan saat seseorang ingin berwudhu untuk shalat. Salah satu syarat syahnya shalat adalah suci dari hadas kecil dan besar. Gangguan setan pada wudhu biasanya muncul dalam bentuk keraguan. Apakah sudah semua anggota wudhu sudah saya cuci, apakah ada bagian yang belum kena, sehingga diulang-lagi diulang-lagi sampai lebih dari tiga kali. Sehingga bukannya mendapatkan keutamaan sunnah yang ada malah mubazir. Atau kadang ada kalanya gangguan tersebut muncul dalam bentuk meremehkan amalan wudhu, sehingga wudhu hanya dilakukan sambil lalu dan tergesa-gesa. Seringkali bagian-bagian tubuh tidak dibasuh dengan sempurna. Membasuh muka tidak sampai batas muka, membasuh tangan tidak sampai membasahi siku, atau membasahi kaki kurang dari mata kaki. Kegagalan dalam menyempurnakan wudhu merupakan salah satu dari target setan dalam merusak shalat seorang mukmin.

Was- Was Ketika Takbiratul Ihram

Saat mulai membaca takbiratul ihram “اللهu Akbar” , kita ragu apakah takbir barusan sudah sah atau belum. Sehingga ada yang mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir rukuk.
Ibnul Qayyim berkata,

Termasuk tipu daya syaitan yang banyak menggangu mereka adalah was-was dalam ber-suci (berwudhu) dan niat atau ketika takbiratul ihram dalam sholat.”

Tidak Khusyuk Ketika Membaca Bacaan Dalam Solat

Sahabat Rasulullah SAW yaitu Uthman bin Abil Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu,

Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah.”

Rasulullah SAW menjawab,

Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka *meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada الله SWT. Aku pun melakukan hal itu dan الله SWT menghilangkan gangguan itu dariku”.
(HR. Muslim)

*Perlu diketahui, Jika ingin meludah ke sebelah kiri, harus dipastikan tidak ada orang di sebelah kirinya agar tidak mengenainya sehingga menyakitinya. Menyakiti orang lain dengan langsung meludahinya lebih besar dosanya daripada menyakitinya karena terkena ludah secara tidak langsung.

Lupa Jumlah Rakaat Yang Telah Di kerjakan

Abu Hurairah r.a berkata,

Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sholat, setan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah lakukan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) semasa masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam”.
(HR Bukhari dan Muslim)

Ingat Hal Lain Diluar Sholat

Abu Hurairah r.a berkata,

Rasulullah SAW bersabda, Apabila dikumandangkan azan sholat, setan akan berlari sambil terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muazin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamah dikumandangkan ia berlari. Apabila telah selesai iqamah, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang sholat seraya berkata kepadanya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia sholat”.
(HR Bukhari)

Tergesa-Gesa Untuk Menyelesaikan Solat

Ibnul Qayyim berkata,

Sesungguhnya tergesa-gesa itu datangnya dari setan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah, yang menghalangi seseorang untuk hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya.”

Tentu saja bila sholat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal-asalan. Asal selesai dan asal jadi. Tidak ada ketenangan atau tuma’ninah. Pada zaman Rasulullah SAW ada orang sholat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena sholat yang telah ia kerjakan belum sah.

Rasulullah SAW bersabda kepadanya

Apabila kamu sholat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu rukuklah sampai kamu benar-benar rukuk, lalu bangkitlah dari rukuk sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu”. (HR Bukhari dan Muslim)

Sumber: syahida.com, myibrah.com
Image Courtesy: harianaceh.com

Akhi (أخي)

admin at KotakMuslim

A humble guy who is proud being a Muslim. Follow us on Twitter @kotakmuslim.

Baca Juga...